Ketika Senja Pulang ke Kastela
TERNATE, Sore di Kastela selalu datang dengan tenang. Angin laut berembus pelan, ombak kecil menyapu pasir, dan langit perlahan berganti warna dari biru pucat menjadi jingga. Menjelang pukul enam, matahari turun rendah di cakrawala barat, seolah sengaja berlama-lama sebelum benar-benar pamit.
Di pesisir inilah Laboratorium Basah Kastela milik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun berdiri. Siang hari, tempat ini riuh oleh aktivitas mahasiswa dan dosen: mengukur kualitas air, memberi pakan ikan uji, mencatat pertumbuhan biota dalam bak-bak pemeliharaan. Namun, ketika sore mulai menjemput dan suara aerator menjadi satu-satunya yang terdengar, Kastela berubah wajah.
Panggung Bernama Cakrawala
Dari balik sebuah pohon bakau di bibir pantai, senja Kastela tampil seperti lukisan yang dibingkai alam. Langit membara dalam gradasi oranye dan merah. Laut memantulkan cahaya keemasan, sementara matahari tampak seperti titik api kecil yang perlahan dicelupkan ke dalam air.
Deretan tiang kayu yang berdiri di laut menambah dramatis suasana. Berbaris tak beraturan, tiang-tiang itu menjelma siluet yang menemani matahari menuju peraduannya. Siapa pun yang duduk di tepi pantai seakan diajak diam, sekadar menyaksikan hari berganti tanpa perlu banyak kata.
βKalau sudah sore, rasanya sayang langsung pulang,β tutur salah seorang mahasiswa yang kerap melakukan penelitian di lokasi ini. Baginya, senja menjadi hadiah kecil setelah seharian berkutat dengan data dan bak pemeliharaan.
Jejak Sejarah di Tanah Kastela
Pesona Kastela tak hanya soal panorama. Nama kawasan ini lekat dengan sejarah panjang Ternate. Tak jauh dari sini berdiri sisa Benteng Kastela, saksi perlawanan rakyat Ternate di abad ke-16 dan tempat gugurnya Sultan Khairun, sosok yang namanya kini diabadikan sebagai nama universitas.
Maka ada makna tersendiri ketika laboratorium Universitas Khairun berdiri di tanah yang sama. Di tempat yang dahulu menjadi saksi perjuangan, kini tumbuh ilmu pengetahuan tentang laut, ikan, dan masa depan perikanan Maluku Utara.
Ruang Belajar, Ruang Merenung
Laboratorium Basah Kastela sejatinya adalah ruang belajar. Namun keindahan alam di sekitarnya menjadikannya lebih dari sekadar tempat praktikum. Ia adalah ruang untuk menenangkan pikiran, menumbuhkan rasa cinta pada laut, dan mengingatkan bahwa ilmu perikanan sejatinya berangkat dari kekaguman pada alam.
Potensi ini pun membuka peluang lain. Dengan pengelolaan yang baik, panorama senja Kastela dapat menjadi daya tarik edukasi dan wisata bahari, tempat masyarakat belajar tentang budidaya perairan sambil menikmati keindahan pesisir Ternate.
Saat matahari akhirnya hilang di balik garis laut, langit menyisakan semburat merah yang perlahan memudar. Lampu-lampu laboratorium mulai menyala. Esok pagi, aktivitas riset kembali berjalan. Dan ketika sore tiba, Kastela akan kembali menggelar pertunjukan yang sama, setia, tanpa pernah membosankan.