Hitung Mundur Asesmen Lapangan, Prodi Budidaya Perairan Unkhair Rapatkan Barisan
TERNATE β Tinggal sepekan lagi. Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun bersiap menyambut asesmen lapangan akreditasi yang akan dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu Pertanian pada 15β17 Oktober 2026.
Untuk memastikan semuanya siap, program studi menggelar rapat persiapan pada Kamis (8/10/2026). Rapat dihadiri Ketua Program Studi Budidaya Perairan, Dekan FPIK, anggota Senat Universitas Khairun utusan FPIK, tim penyusun Laporan Evaluasi Diri (LED), serta seluruh dosen program studi.
Dinilai Dua Guru Besar
Asesmen lapangan kali ini akan dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary dari Universitas Hasanuddin sebagai asesor kepala. Ia didampingi Prof. Dr. Ir. Widanarni, M.Si. dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai asesor anggota. Keduanya dikenal sebagai akademisi berpengalaman di bidang perikanan budidaya.
Selama tiga hari, para asesor akan memverifikasi isi Laporan Evaluasi Diri dan Laporan Kinerja Program Studi dengan kondisi nyata di lapangan. Mereka dijadwalkan menelaah dokumen, meninjau laboratorium dan fasilitas praktik, serta berdialog dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.
Semua Bukti Disiapkan
Dalam rapat tersebut, setiap dosen mendapat pembagian tugas sesuai kriteria akreditasi. Tim LED memaparkan daftar dokumen bukti yang harus tersedia, mulai dari dokumen kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Rencana Pembelajaran Semester, rekam jejak penelitian dan pengabdian, hingga dokumen sistem penjaminan mutu internal.
Peserta rapat juga membahas kesiapan laboratorium, ruang kuliah, dan jadwal pertemuan dengan para pemangku kepentingan. Simulasi tanya jawab dengan asesor turut direncanakan agar seluruh pihak siap menyampaikan informasi yang konsisten.
βAsesmen lapangan bukan sekadar penilaian, tetapi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa apa yang tertulis dalam dokumen benar-benar dijalankan. Kami ingin seluruh dosen, mahasiswa, dan mitra ikut ambil bagian,β ujar Ketua Program Studi Budidaya Perairan.
Dukungan Fakultas
Dekan FPIK menegaskan dukungan penuh fakultas terhadap proses akreditasi ini. Menurutnya, capaian akreditasi Program Studi Budidaya Perairan akan berpengaruh langsung pada kepercayaan masyarakat dan daya saing lulusan.
βMaluku Utara memiliki potensi perikanan budidaya yang sangat besar. Program studi ini harus menjadi rujukan dalam menyiapkan sumber daya manusia akuakultur di kawasan timur Indonesia,β kata Dekan.
Dengan persiapan yang matang, sivitas akademika Program Studi Budidaya Perairan berharap asesmen lapangan berjalan lancar dan menghasilkan peringkat akreditasi terbaik.