10 Oct 2026 Humas Post Dibaca 3 kali

HIMAKUA Budidaya Perairan Unkhair Kelola Kebun Aquaponik sebagai Sarana Belajar dan Wirausaha Mahasiswa

HIMAKUA Budidaya Perairan Unkhair Kelola Kebun Aquaponik sebagai Sarana Belajar dan Wirausaha Mahasiswa

Ternate – Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun, mengelola kebun aquaponik di Kelurahan Kastela. Kegiatan yang berlangsung pada periode Desember 2024 hingga Februari 2025 ini menjadi wadah mahasiswa menerapkan ilmu budidaya perairan dalam sistem produksi nyata.

Kebun ini memakai sistem aquaponik tipe Deep Water Culture (DWC) dengan sirkulasi air tertutup. Ikan nila dipelihara dengan padat tebar 25 ekor/m³, sedangkan sayuran tumbuh pada rakit apung. Air dari wadah ikan disaring, dialirkan melalui biofilter, lalu dimanfaatkan tanaman sebelum kembali ke kolam ikan. Bakteri nitrifikasi mengubah amonia dari sisa pakan dan kotoran ikan menjadi nitrat, yang diserap tanaman sebagai nutrisi.

Kegiatan ini dikelola tujuh anggota HIMAKUA dengan pembagian bidang: ikan, tanaman, kualitas air, bendahara dan pemasaran, serta dokumentasi. Kebun dikoordinasikan oleh Hairil, dengan Laode Dasrun sebagai penanggung jawab. Ikan diberi pakan tiga kali sehari dengan dosis 3% dari bobot biomassa. Pompa, aerator, dan aliran air diperiksa setiap hari. Suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrit, dan nitrat dipantau setiap minggu.

Hasil pemantauan

Selama 12 minggu pengamatan, suhu air berkisar 29–30 °C dan pH sekitar 7, keduanya sesuai untuk ikan nila. Oksigen terlarut berada pada kisaran 4–5 mg/L. Tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 95%.

Pada komoditas sayuran, kangkung tumbuh paling baik karena tahan suhu hangat dan responsif terhadap nitrogen. Pakcoy menunjukkan pertumbuhan menengah, sedangkan selada kurang optimal karena suhu lingkungan yang tinggi. Ketiganya dipanen pada minggu ke-12 bersamaan dengan ikan.

Tantangan dan rencana pengembangan

Pengelola menghadapi sejumlah kendala. Listrik padam lima kali dan menghentikan pompa serta aerasi. Selain itu, ada fluktuasi pH, serangan hama, dan jadwal piket yang kadang bentrok dengan jadwal kuliah. Untuk itu, tim berencana menyiapkan sumber listrik cadangan atau aerator bertenaga baterai, menyusun jadwal piket yang lebih fleksibel dilengkapi buku catatan harian, serta menambah bed tanaman dan mencoba komoditas baru.