Dosen Budidaya Perairan Unkhair Ajak Warga Makian Luar Melek Keuangan
TERNATE โ Ruang pertemuan desa itu sederhana. Kursi plastik berjajar rapat, sebuah layar proyektor menempel di dinding, dan puluhan ibu rumah tangga duduk menyimak. Di depan mereka, Dr. Aras Syazili, S.Pi., M.Si., berbicara sambil sesekali berjalan mendekati peserta. Topiknya bukan budidaya ikan, bidang yang sehari-hari ia ajarkan di kampus, melainkan cara mengatur uang dapur.
Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun itu dilibatkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) sebagai pemateri dalam Pelatihan Literasi Keuangan dan Akses Layanan Keuangan di Tingkat Desa pada Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal ini berlangsung pada 3โ13 Desember 2025 di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Halmahera Tengah. Dr. Aras bertugas menyambangi seluruh desa di Kecamatan Makian Luar, Kabupaten Halmahera Selatan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). Sasarannya adalah warga desa, terutama perempuan dan pelaku usaha kecil, agar mampu mengelola keuangan keluarga dan usahanya secara lebih terencana.
Dari Dapur hingga Hasil Laut
Di hadapan peserta, Dr. Aras membawakan materi dengan bahasa sehari-hari. Ia mengajak warga membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menyisihkan uang untuk tabungan sebelum dibelanjakan. Peserta juga dikenalkan pada layanan keuangan formal seperti bank, agen laku pandai, dan Badan Usaha Milik Desa, sekaligus diingatkan tentang bahaya pinjaman online ilegal.
Latar belakangnya sebagai akademisi perikanan membuat materi terasa dekat dengan keseharian warga Makian yang banyak menggantungkan hidup dari laut dan kebun. โPenghasilan nelayan dan pembudidaya itu musiman. Saat panen atau tangkapan bagus, uang banyak; saat musim angin, nyaris tidak ada. Karena itu, kebiasaan menabung dan mencatat keuangan menjadi kunci agar keluarga tetap aman,โ ujarnya.
Menurut Dr. Aras, usaha perikanan skala kecil di desa juga perlu dikelola seperti usaha pada umumnya. โKalau ibu-ibu mengolah ikan atau rumput laut, pisahkan uang usaha dan uang rumah tangga. Dengan begitu kita tahu usaha itu untung atau tidak, dan lebih mudah mengakses permodalan,โ katanya.
Peserta Antusias
Suasana pelatihan berlangsung cair. Peserta aktif bertanya, mulai dari cara membuka rekening tabungan hingga tips menghindari utang yang menjerat. Sejumlah ibu mengaku baru pertama kali diajari menyusun catatan keuangan keluarga secara sederhana.
Wujud Pengabdian Kampus
Keterlibatan Dr. Aras dalam program kementerian ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen Universitas Khairun di desa-desa pulau seperti Makian Luar diharapkan memperkuat peran kampus dalam membangun ekonomi masyarakat pesisir Maluku Utara.
โKampus tidak boleh hanya berada di menara gading. Ilmu yang kami miliki harus sampai ke desa dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,โ tutup Dr. Aras.