10 Oct 2026 Humas Post Dibaca 3 kali

Alga Coklat dari pulau Maitara Percepat Kematangan Induk Nila, Riset Mahasiswi Unkhair Tawarkan Alternatif Hormon Sintetis

Alga Coklat dari pulau Maitara Percepat Kematangan Induk Nila, Riset Mahasiswi Unkhair Tawarkan Alternatif Hormon Sintetis

TERNATE – Pembudidaya nila selama ini bergantung pada hormon sintetis untuk mempercepat kematangan induk. Penelitian Alichia Yulinda W Lehak, mahasiswi Program Studi Budidaya Perairan FPIK Universitas Khairun, menawarkan alternatif yang tumbuh di perairan Maluku Utara sendiri: alga coklat Turbinaria ornata dari Pulau Maitara.

Masalah: Induk Lambat Matang

Induk yang lambat matang membuat jadwal pemijahan molor dan pasokan benih tidak menentu. Hormon sintetis seperti Ovaprim memang efektif, tetapi menambah biaya dan sulit diperoleh di daerah kepulauan. Padahal T. ornata melimpah sepanjang musim dan kaya senyawa bioaktif seperti fukosantin dan fenolik.

Penelitian dan Hasilnya

Selama 60 hari pada Juni–September 2025 di Laboratorium Basah Kastela, Alichia memberi pakan bercampur ekstrak T. ornata kepada induk nila dengan dosis 5, 10, dan 15 ml/L, lalu membandingkannya dengan kontrol yang diberi Ovaprim. Ekstrak dibuat sederhana: alga kering direbus, didiamkan sehari, lalu disaring. Penelitian ini dibimbing Dr. Suryani, S.Pi., M.Si. dan Dr. Aras Syazili, S.Pi., M.Si.

Dosis 10 ml/L juga menghasilkan indeks dan luas area gonad tertinggi, dengan perbedaan antar perlakuan yang sangat nyata secara statistik. Dosis tertinggi justru tidak paling efektif; yang menentukan adalah ketepatan dosis.

Mengapa Penting

Temuan ini kuat karena tiga hal: bahan bakunya lokal dan melimpah, cara pembuatannya mudah ditiru pembudidaya kecil, dan hasilnya melampaui hormon sintetis. Alichia tetap merekomendasikan penelitian lanjutan untuk mengungkap mekanisme kerjanya, sementara uji skala tambak dan analisis biaya masih diperlukan sebelum diterapkan luas. Jika dikembangkan, rumput laut Maitara dapat menjadi kunci baru ketersediaan benih nila yang murah dan alami di Maluku Utara.